Slank, Generasi Biru, dan DPR yang Gagap

June 19th, 2008 by ariquelme23

Di awal dekade 1990-an, lima anak muda tampil di layar TVRI. Dengan
gaya seenaknya meski agak sedikit kikuk, mereka menyanyikan lagu dalam
iringan musik rock ‘n’ roll yang keras:
“Memang,
kantongku memang kering. Jangan menghina, yang penting bukannya maling.
Memang, jaketku memang kotor. Jangan menghina, yang penting bukan
koruptor
……”
Kelima anak muda yang tergabung dalam grup Slank
itu–Bimbim (drum), Kaka (vokal), Pay (gitar), Indra (kibor), dan Bongki
(bas)—tengah menyanyikan lagu Memang dari album Suit Suit He He. Saat itu, sesungguhnya publik tengah menjadi saksi: musik rock Indonesia tengah memasuki fase baru.

Sejak kemunculannya, Slank telah menjadi semacam gerakan kultural di kalangan anak muda. Mereka menempatkan rock ‘n’ roll tak
hanya sebatas musik, tetapi juga sebagai sikap, pilihan hidup, dan
senjata melawan kemapanan. Bahkan ketika formasi personel mereka
berganti menjadi Bimbim (drum), Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho
(gitar), dan Ivanka (bas), semangat itu tidak juga padam. Cikal bakal
Slank sebenarnya telah ada sejak tahun 1983, ketika masih bernama
Cikini Stones Complex (CSC) yang menyanyikan lagu-lagu The Rolling
Stones. Namun, tonggak terpenting pengaruh Slank terhadap musik
Indonesia terjadi pada tahun 1990-an, sejak mereka mengeluarkan album Suit Suit He He.

Kekuatan utama Slank sesungguhnya terletak pada kemampuan mereka
mengartikulasikan suara dan sikap anak-anak muda. Di sisi lain, warna
musik mereka –ditambah gaya mereka yang seenaknya—memancarkan gelora
pembebasan. Sejak awal kemunculannya, mereka lebih banyak membebaskan
pikiran anak-anak muda dari kungkungan kultur konvensional. Semangat
pembebasan itu terlihat dalam menyikapi berbagai persoalan, dari mulai
urusan percintaan, birokrasi korup, budaya feodalisme, pembabatan
hutan, kesenjangan ekonomi, masalah politik, dan lain-lain. Sikap itu
tentunya disuarakan dalam gaya khas anak muda. Misalnya, kejengkelan
mereka terhadap proses regenerasi kepemimpinan di negeri ini, terlihat
dalam lirik lagu lagu Utopia:
“…Cuci kaki saja, pada tidur semua. Biar kami saja yang jaga malam. Kalian sudah tua…. Minggir…!!”

Sikap dan gaya Slank yang apa adanya, serta kemampuan mereka
mengartikulasikan gelora anak muda, telah melahirkan fanatisme yang
luar biasa. Pendukung fanatis mereka yang menamakan diri Slanker
diperkirakan mencapai jutaan orang, dan terus beregenerasi sejak tahun
1990-an hingga kini. Slank sendiri memproklamirkan generasi Slanker ini
sebagai “generasi biru”, seperti mereka suarakan dalam lagu Generasi Biru:
“..Aku
bukan pion-pion catur. Aku gak suka diatur-atur. Jangan coba halangi
aku, karna aku generasi biru……. Biarkan terbuka lebar, gak perlu tutup
mataku. Aku ingin melihat jelas. Ini zaman generasi biru. Oh biarkanku
teriak lantang, untuk apa sumbat mulutku. Aku ingin menyanyi keras. Ini
lagu generasi biru…”

Namun, meski gaya komunikasi Slank sangat apa adanya, ternyata elite
yang ada di institusi kenegaraan masih ada yang kesulitan mencernanya.
Gayus Lumbuun dari Badan Kehormatan DPR sempat mempersoalkan lagu Slank
berjudul Gosip Jalanan, yang bagian liriknya antara lain berbunyi:
mau tau gak mafia di Senayan? Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin UUD, ujung-ujungnya duit.”
Sikap anggota DPR ini menggelikan sekaligus memprihatinkan.
Menggelikan, karena tiba-tiba anggota DPR menjadi “polisi” bagi standar
kualitas dan nilai moral suatu karya seni. Memprihatinkan, karena DPR
begitu gagap mencerna aspirasi yang berasal dari bawah. Ini bisa
menjadi pertanda bahwa DPR tidak peka terhadap persepsi masyarakat
tentang DPR. Bagaimana DPR bisa bercermin melihat dirinya sendiri jika
mereka tidak mengakomodasi suara sebagian masyarakat yang muak dengan
perilaku sejumlah anggota DPR.

Slank sendiri tidak perlu bersusah-payah mengeluarkan argumen.
Jawaban itu datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): seorang
anggota DPR ditahan karena dugaan kasus suap. Dan yang lebih penting
lagi bagi Slank, kreatifitas mereka tidak bisa “diganggu”, seperti
tergambar dalam lagu mereka berjudul Percuma:

Aku orang bebas, yang terbang melayang seperti angin. Aku ini orang bebas, dan tak akan bisa dikuasai.


( Anton Bahtiar Rifa’i )

Meminta Rakyat Hadapi Rakyat ( ternyata pemerintahan qt masi bergaya feodal belanda )

May 30th, 2008 by ariquelme23

Banyak
sudah korban yang berjatuhan karena harga minyak mentah dunia naik
terus dan sempat menembus 135 dollar Amerika Serikat per barrel. (
tapi qt khan gak 100% import bahan mentah minyak, malahan kebanyakan
dari perut bumi sendiri bahan mentah minyaknya. koq pke harga new york
jg..?ada apa sich SBY..? )

Banyak pemimpin negara yang pusing memikirkan dampak kenaikan harga minyak  untuk perekonomian nasionalnya ( itu kl dia gak punya hasil sendiri dari perut bumi mereka, ini indonesia punya..koq harus ikut2an pusing..? ).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak hanya pusing tujuh keliling
seperti diakuinya ( hmm..). Setelah memutuskan kenaikan harga bahan
bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 23 Mei 2008, Presiden malah jatuh
sakit.

Setelah
menaikkan harga premium, solar, dan minyak tanah rata-rata 27,8 persen,
Presiden batuk-batuk. Batuk itu muncul karena ia flu berat. Dalam
sebulan terakhir Presiden mengaku kurang tidur karena memikirkan beban
kenaikan harga BBM bagi rakyat yang memberi amanat.

Korban
kenaikan harga BBM berikutnya adalah jutaan rakyat. Dalam hitungan
pemerintah, korban yang paling parah berjumlah 19,1 juta keluarga atau
setara dengan 76,4 juta jiwa. Karena itu, dengan acuan sangat tinggi,
yaitu konstitusi, pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT)
yang menjadi hak mereka yang miskin.

Selama
tujuh bulan, dana BLT sebanyak Rp 14,1 triliun akan dibagikan, setiap
keluarga mendapat Rp 100.000 per bulan. Untuk tahun 2009, pemberian BLT
akan dipertimbangkan dan dimintakan persetujuan DPR yang memiliki hak
dalam penganggaran. Banyak kritik atas program ”memberi ikan” ini.
Namun, pemerintah tetap saja jalan.

”BLT,
kalau tidak mau, tidak usah diambil. Lucu kalau ada orang menentang
BLT. Emang dia miskin? Yang miskin mau datang berduyun-duyun dan
ngantre untuk BLT,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng
yang dl sebelum jadi jubir nya presiden sangat vokal sekali terhadap
kebijakan pemerintah. ( kali aja dia skrg udh enak bgt duduk nya..he..)

Komentar
Andi disampaikan di setiap kesempatan saat kebijakan BLT dikritik.
Mungkin ia juga pusing karena harus menerima demonstran yang berunjuk
rasa menentang keputusan Presiden menaikkan harga BBM.

Sebaliknya,
menghadapi demonstrasi sebelum dan setelah keputusan kenaikan harga
BBM, Wakil Presiden M Jusuf Kalla tidak kekurangan akal. Ia menemui
penerima BLT di sejumlah kantor pos.

Kalla
mempertahankan argumentasi, BBM murah bersubsidi menguntungkan orang
kaya yang memiliki banyak kendaraan. Dengan argumentasi itu, ia
mendorong 76,4 juta jiwa penerima BLT mendukung keputusan pemerintah
menaikkan harga BBM dan menyadarkan penentang keputusan itu.

”Kalau diajak demonstrasi, jangan mau. Bilangin mereka, lebih enak begini  daripada BBM murah,” ujar Kalla.

hmm..wapres
asal ngomong aja kl saya nilai, knp bgtu..? kl sama bpk wapres mungkin
memang enak sekarang BBM naik, jadi dpt untung byk tu pemerintahan..( niy pemerintahan apa perusahaan sich..? bingung jg..)
koq BBM naik d’bilang enakan dari pada gak naik ma masyarakat..? kl
wapres mw menanya satu persatu rakyat ini, kebanyakan mereka akan
menolah kenaikan BBM ini. apalah arti nya 100rb d’bandingkan dengan
harga2 kebutuhan pokok yang ikut2an naik menyusul kenaikan BBM, kl
kenaikan BBM tidak d’barengi dgn kenaikan harga2 kebutuhan pokok
mungkin tidak apa-apa.

Meski
BLT dibagikan, demonstrasi terus berlanjut, terutama dari dalam kampus.
Di tengah maraknya demonstrasi mahasiswa, Presiden Yudhoyono memutuskan
mengalihkan Rp 200 miliar anggaran subsidi BBM untuk 400.000 mahasiswa
miskin, setiap mahasiswa mendapatkan Rp 500.000 per semester.

Menurut
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, program yang diberi nama
Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) akan dibagikan mulai Juli 2008. Seperti
BLT, tahun 2008 BKM juga akan diusulkan ke DPR untuk mendapat
persetujuan. Bambang tak mau menjawab saat ditanya apakah program BKM
merupakan upaya meredam aksi mahasiswa.

Jika
demonstrasi mahasiswa terus berlangsung, penerima BKM yang setara
dengan penerima BLT bisa menjalankan peran penerangan mendukung
pemerintah.

jadi menurut saya, sudah lah pak wapres..jgn bodohi jg rakyat yg sudah bodoh ini.
jangan pake lagi cara belanda tersebut..ngadu domba rakyat dgn rakyat.

BBM & aS Be whY

May 21st, 2008 by ariquelme23
Saat
hendak mengincar kekuasaan, SBY jualan slogan kepada masyarakat.."
BERSAMA KITA BISA"..rakyat byk terkecoh, d’kira bersama mereka rakyat
kecil tersebut, rupa nya…?

var curDiv = document.getElementById(’ln0′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; } var curDiv = document.getElementById(’ln1′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

BERSAMA
KITA BISA, seperti ikan2 kelaparan menunggu cacing pengusir
lapar..rakyat melahap slogan tersebut. Hap..!! kesadaran baru menyeruak
ketika sakit baru terasa, pedih dan sengsara menyusul kemudian. ada
kail d’balik nya, ternyata cacing itu bkn untuk meraka.

var curDiv = document.getElementById(’ln2′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; } var curDiv = document.getElementById(’ln3′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

pelan
tapi pasti, kebijakan BERSAMA KITA BISA itu lebih sibuk bersama
pengusaha pemilik kapital dalam pesta dan perayaan kemakmuran. bersama
rakyat hanya penghias halaman depan koran, kadang tebar angpau supaya
memukau. hiruk pikuk ekonomi, investasi d’sana-sini rakyat hanya bs
melihat tak ikut kebagian manfaat. tapi begitu negara dalam kesusahan,
baru rakyat kebagian peran..malahan peran yg lebih besar.

var curDiv = document.getElementById(’ln4′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; } var curDiv = document.getElementById(’ln5′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

gap
APBN menganga lebar akibat melonjak nya kenaikan harga minyak dunia,
semua tahu. tapi menaikan harga minyak 30% mencekik beribu-ribu rakyat.
mereka lagi yg nombokin bwt negara. subsidi sebagian besar d’nikmati
org kaya itu benar tapi ssh d’cerna. bagi saya kl BBM naik tapi gak
d’barengi kenaikan harga pokok gak apa-apa, tp apa mungkin kenaikan BBM
gak d’barengi kenaikan harga2 pokok..? d’sini susah nya, menghilangkan
subsidi yg hanya d’nikmati para orang kaya seperti yang d’bilang wakil
presiden tapi menjadikan beban baru kepada rakyat miskin dengan
kenaikan harga pokok.

yang sebenar nya terjadi adalah penguasa
tidak mau bersama bergotong-royong senasib sepenanggungan dgn rakyat,
sebagaimana sila k’lima pancasila memeberikan nya amanat. kl saja
penguasa konsekwen pada pancasila, kenaikan harga minyak tak perlu
sebesar itu. gap APBN bs d’kompensasi kan dgn semangat gotong-royong
tadi.

var curDiv = document.getElementById(’ln6′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; } var curDiv = document.getElementById(’ln7′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

kurangi
kemewahan fasilitas. di mulai dari DPR wakil nya s’rakyat itu, mengapa
benalu satu ini sampe punya 26 akar penyedot uang rakyat..dari uang
sidang hingga uang jas d’badan. lalu presiden hingga bupati, mengapa
harus naik volvo, lexus ataw crown? batasi pemakaian air, listrik, dan
telephon. kelebihan rekening pemakaian harus d’tombokin kepala bagian.
gotong-royong orang kaya bisa dari diservikasi dari pajak progresif 15%
dari penghasilan 3 juta itu tidak sama dengan beban 15% dari 30 juta
ataw 3 milyar. mampu membeli mobil kedua dan seterusnya artinya mampu
membayar pajak lebih mahal dari mobil pertama.
tapi apa mau..???

var curDiv = document.getElementById(’ln8′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; } var curDiv = document.getElementById(’ln9′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

lalu BERSAMA KITA BISA siapa kah mereka..?

Hardiknas Dalam Sebuah Perenungan

May 14th, 2008 by ariquelme23

Pada bulan ini bangsa Indonesia memperingati Hardiknas ataw hari pendidikan nasional. dala memperingati Hardiknas ini, bangsa qt slalu memakai moment ini untuk slalu ingin memajukan pendidikan d’negara ini agar nanti nya terlahir para generasi muda, anak bangsa yang mempunyai kecerdasan. baik itu cerdas intelektual maupun cerdas emosional. sungguh sangat mulia sekali tujuan nya, dan smoga itu bs tercapai.

tapi, selagi qt menunggu terlahirnya para generasi muda harapan bangsa tersebut..mari qt sedkit merenung. apakah sistem pendidikan qt skrg ini udh pas, sehingga apa yg qt tnggu2 dan qt ingin capai bs terwujud.

mari sedikit qt melihat kepada adek2 qt yg lg UN atw ujian nasional, pada saat ini untuk lulus dari sekolah para adek2 qt tersebut harus mengikuti ujian nasional berbeda dengan qt g dl gak pke ujian2 nasional gni. malahan untuk tahun ini standar nilai kelulusan sedikit d’naikan dari tahun kemaren.

dsini saya melihat, bkn masalah tinggi ataw rendah nya standar yang diterapkan pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan nasional kepada adek2 qt..cuma yang jadi bahan pikiran saya, apakah ini sudah adil d’terapkan k’sluruh sekolah d’negeri ini tanpa kecuali sementara mutu pendididkan qt belum merata.

sebagai contoh, standar kelulusan yg d’terapkan pada sekolah pelita harapan d’jakarta yang nota bene anak2 yang sekolah d’sana sehabis jam pelajaran d’sekolah ada lagi ngikuti les ini dan les itu nya d’samakan dengan standar kelulusan anak2 sekolah d’kampung saya yang mana sehabis pulang sekolah gak bs ngikuti les karna kekurangan biaya sehingga mengharuskan mereka untuk pergi k’sawah bantuin orang tua nya. apakah itu adil..???

menurut hemat saya, untuk memakai standar kelulusan tersebut pemerintah harus memakai pengelompokan2 ataw ring2 nya.
misal nya, untuk standar kelulusan dgn nilai 6 mencakup wilayah ataw sekolah yang pendidikan nya sudah maju seperti daerah jakarta  ataw smu pelita harapan tadi dll.
untuk sekolah d’kampung saya yg mutu sekolah nya belum bagus bs saja d’kelompokan kepada kelompok ataw ring yang nilai standar kelulusan nya 5,5. nanti bs saja sekolah tersebut kl sudah mutu nya menngkat d’naikan standar kelulusan nya. sehingga nanti nya pendidikan yang adil dan merata untuk seluruh anak bangsa tersebut bs qt capai.

selain dalam hal standar kelulusan ini, biaya yang membengkak dan mahal dalam pendidikan sekarang jg menjadi masalah yg harus sm2 qt carikan jalan keluarnya. apakah hanya orang2 yang b’duit aja yg berhak nikmati ilmu dan bangku sekolah..?

akhir nya, apa yang qt nanti2kan akan lahir nya generasi muda penerus bangsa yang cerdas baik intelektual maupun emosional akan terlahir dari sistem pendidikan qt yang adil dan merata, bisa menjadikan bangsa ini kembali terhormat d’tengah keterpurukan bangsa ini.

semoga qt tidak hanya bs menyalahkan tanpa nunjukin peta nya..

NAMRU-2 ( ternyata qt belum benar2 merdeka )

April 28th, 2008 by ariquelme23
akhir2
ini qt bc berita kl ada s’macam penelitian dari AL nya amerika yg
d’laksanain d’negara qt tercinta indonesia ini, nama operasi
peenelitian nya adalah NAMRU-2.

var curDiv = document.getElementById(’ln0′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

yg
aneh d’sini, izin operasional NAMRU-2 udah selesai dari tahun
2000..tapi mpe sekarang masi ja ttep ber-operasi. 8 tahun bisa ja bebas
b’buat d’negara qt ini tanpa ijin2 apapun, hebat gak tuch..

var curDiv = document.getElementById(’ln1′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

cb
ja d’bandingin ma sodara2 qt yg kurang beruntung yg jualan d’kaki-5, kl
mereka gak ada ijin pasti dech d’kejar2 ma SATPOL-PP. padahal niy
negara, negara para kaki-5 tu jg..

var curDiv = document.getElementById(’ln2′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

sm rakyat sendiri, pemerintahan qt sangat2lah berani dan perkasa bwt bertindak..tp ma AMERIKA atw bangsa lain, pengecut..!

var curDiv = document.getElementById(’ln3′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

(..Jangan biarkan orang lain, jangan biarkan Bangsa lain mencoba menjajah hidup qt, bikin malu saja..HAMBURGER-SLANK..)

var curDiv = document.getElementById(’ln4′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

dalam soal NAMRU-2 ini sangat lah byk k’anehan yg menyertai nya..

var curDiv = document.getElementById(’ln5′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

coba aja qt simak bersama-sama,

var curDiv = document.getElementById(’ln6′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

*
dari tahun 2000 WIRANTO yg menjabat sbg menhankam/pangab sudah
merekomendasikan sm pemerintahan qt kl k’giatan NAMRU-2 udh mengarah
kpd kegiatan intelijen dan tolong kegiatan mereka d’hentikan, tapi
protes WIRANTO hanya d’diamkan saja.

var curDiv = document.getElementById(’ln7′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

*
labor penelitian NAMRU-2 yg terletak d’kawasan departemen kesehatan,
tapi tidak d’ketahui oleh menteri kesehatan qt, d’saat labor NAMRU-2
itu di sidak ( inspeksi mendadak ) oleh menkes, terjadi penolakan oleh
staf NAMRU-2 walaupun dgn bersikeras menkes-RI dapat jg memasuki labor
mereka itu. di tempat qt sendiri, di rumah qt..qt di tolak untuk
memasuki nya..apa gak keterlaluan tu..

* MenKes
Siti Fadilah Supari sudah mengancam NAMRU-2 dengan mengatakan jangan
ada dulu kegiatan di NAMRU-2 sampai ada nya MoU lg antara k’2
negara..tapi peringatan dari MenKes tidak d’indahkan sm sekali oleh
NAMRU-2, karena mereka masih terus melakukan kegiatan nya.

pertanyaan nya, kenapa qt atw pemerintah qt takut untuk bertindak tegas dalam hal ini..?

var curDiv = document.getElementById(’ln8′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

skrg mari qt lihat tindakan dari SBY sebagai pengambil keputusan no1 d’negara ini, nothing…
ternyata qt belum benar2 bs menentukan nasib qt d’negeri qt sendiri..

var curDiv = document.getElementById(’ln9′); curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML); var links = curDiv.getElementsByTagName(’a'); for(var i = links.length; i >= 0; –i) { if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”; }

mau d’bawa k’mana negara qt tercinta ini..

DPR Berani nya Cuma SLANK (rakyat)..

April 9th, 2008 by ariquelme23

Mau tau gak mafia di Senayan? Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin UUD ujung-ujungnya duit. Ini penggalan lagu kelompok musik rock, Slank, berjudul Gosip Jalanan. Lagu tersebut terdapat dalam album Plur yang dirilis pada 2004.

Itu
akan ditindaklanjuti lewat Bamus. Ini grup komersial, bukan LSM. Kalau
menjual memojokkan seseorang itu ada hukumnya. Seluruh bangsa di negara
ini, kehormatannya ada di gedung ini. Ini rumah rakyat," kata Wakil
Ketua Badan Kehomatan (BK) DPR Gayus Lumbuun menerangkan alasan rencana
gugatan tersebut. wah..kalau bener seluruh bangsa ini k’hormatan nya
ada d’gedung DPR tersebut, bs d’simpulin kalau k’hormatan kita udah
hancur.

sebener
nya gayus lumbun salah ngomong, menurut saya yang bener tu k’hormatan
yang ada d’gedung DPR tersebut bukan kehormatan seluru rakyat
indonesia, tapi k’hormatan partai dan k’hormatan pribadi para wakil
rakyat tersebut. d’gedung DPR itu kapan sich mereka2 bicara bwt wakilin
rakyat, yang ada bicara atas nama rakyat tapi bwt kepentingan partai.

kembali
k’masalah DPR berencana bwt nuntut balik SLANK, Rencana ini terungkap
usai pertemuan tertutup BK dengan Ketua DPR Agung Laksono, Senin (7/4).
Dalam pertemuan di ruang kerja ketua dewan, mereka juga membahas dugaan
aliran dana yang masuk ke DPR terkait masalah Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia (BLBI).

Manajer
Slank, Bunda Ifet, yang tak lain ibunda Bimbim (drumer), terkejut saat
dikonfirmasi. Dia balik mempertanyakan atas dasar apa DPR tersinggung
terhadap syair yang dinyanyikan Kaka, vokalis Slank.

"Lagu
yang dirilis pada 2004 itu sama sekali tidak menyebutkan kata-kata DPR.
Coba dibaca aja syair lagunya. Kita nggak nyebut-nyebut DPR kok," kata
Bunda Ipet ketika dihubungi seperti yang dia bilang d’koran KOMPAS.

"Namanya
juga gosip jalanan, boleh dong kita bilang apa aja. Tapi kita emang
nggak sebut DPR," tandas Bunda Ifet, yang di dalam kesehariannya
berpenampilan eksentrik.

Dia
juga mempertanyakan mengapa DPR baru sekarang merasa disudutkan. Dengan
alasan tersebut, Bunda Ifiet menanggapi santai niat anggota DPR
menuntut Slank. "Nggak apa-apa, karena kita nggak salah kok," ujarnya.

Pantas
atau pentingkah DPR menggugat? Bagi sebagian anggota Dewan mungkin saja
penting, tapi apakah itu penting buat rakyat yang diwakilinya? Penting
atau tidak, yang pasti rencana gugatan ini mendapat reaksi dari
masyarakat. Mungkin ada yang mendukung, mungkin ada juga mencemooh.
Yang mendukung mungkin karena kehormatannya ikut terusik, yang
mencemooh mungkin menganggap DPR kurang kerjaan.

Bukankah
DPR sekarang ini menjadi lembaga yang sangat super? Bisa membuat UU,
memutuskan Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, duta besar, hakim sampai
kepada anggota KPU. DPR bisa mengawasi pemerintah, tapi tak ada lembaga
formal yang mengawasi DPR. Lantas siapa yang mengawasi DPR? Seluruh
rakyat Indonesia mulai dari mahasiswa, LSM, tokoh agama, seniman,
semuanya yang peduli dengan para wakil rakyat ini.

Kalau
dicerna dengan pikiran positif, lirik yang dtulis SLANK itu mungkin
saja sebagai bagian dari pengawasan bagi anggota Dewan agar hati-hati
dalam membuat UU dan lebih aktif mengawasi pemberantasan korupsi yang
dilakukan pemerintah. Kalau DPR memang bukan tukang korupsi tentu tidak
akan gerah dengan lirik tersebut, anggap saja sebagai pemacu untuk
meningkatkan kinerja.

akhirnya..

"DPR beraninya cuma sama SLANK (rakyat), kalau berani gugat dong PT LAPINDO yang sudah bikin rakyat di Sidoarjo sengsara…"

berani gak ya..???

.. Malam Pertama ..

February 20th, 2008 by ariquelme23

Apabila menyebut malam pertama,
pasti semua  orang akan terbayang satu malam yang penuh dengan keindahan
dan kenikmatan. Nikmat duniawi yang tiada

tara

!
Ya, satu malam di mana pasangan pengantin baru yang sah
bergelar suami isteri setelah diijab qabulkan akan bersatu,
beradu serta berpadu zahir dan batin. Malam penuh bahagia! Terus-terang,
sebagai seorang anak muda di usia 25 tahun kini yang masih
bujang
, persepsi malam pertama yang sering berlegar-legar di ruang otak ini
ialah malam tersebut pastinya merupakan satu malam yang segalanya adalah
menyeronokkan, indah-indah, asyik-asyik dan nikmat-nikmat belaka!

 

Tetapi, pernahkah terbayang
dan terlintas di benak fikiran kita satu malam lain yang juga dinamakan malam
pertama, namun ianya bukanlah malam pertama perkahwinan?

 

 Malam itu ialah MALAM PERTAMA DI ALAM
KUBUR

 

Pernahkah engkau melihat kuburan?
Pernahkah engkau melihat gelapnya kuburan?
Pernahkah engkau melihat sempit dan dalamnya liang lahat?
Pernahkah engkau membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?
Sedarkah engkau bahawa kuburan itu dipersiapkan untukmu dan untuk
orang-orang selain darimu?

 

Bukankah telah silih berganti
engkau melihat teman-teman, orang-orang tercinta dan keluarga terdekatmu
diusung dari dunia fana ini ke kuburan?

 

 

Apakah Malam Pertama Kita di Alam
Kubur Nanti Asyik dan Nikmat atau Penuh Derita dan Sengsara?”
 

Wahai anak Adam, apa yang telah
engkau persiapkan saat malam pertamamu nanti di alam kubur? Tidakkah engkau
tahu, bahawa ia adalah malam yang sangat mengerikan. Malam yang kerananya para
ulama’ serta orang-orang yang soleh menangis dan orang-orang
bijak mengeluh. Apa tidaknya, kala itu kita sedang berada di dua
persimpangan dan di dunia yang amat berbeza.

 

“Suatu hari pasti engkau akan
tinggalkan tempat tidurmu (di dunia), dan ketenangan pun menghilang darimu.
Bila engkau berada di kuburmu pada malam pertama, demi Allah, fikirkanlah
untung nasibmu dan apa yang akan terjadi padamu di

sana

?”

 

Hari ini kita berada di dunia
yang penuh keriangan dengan anak-anak, keluarga dan sahabat handai, dunia yang
diterangi dengan lampu-lampu yang pelbagai warna dan sinaran, dunia yang dihidangkan
dengan pelbagai makanan yang lazat-lazat serta minuman yang pelbagai, tetapi
pada keesokannya kita berada di malam pertama di dalam dunia yang kelam
gelap-gelita, lilin-lilin yang menerangi dunia adalah amalan-amalan yang kita
lakukan, dunia sempit yang dikelilingi tanah dan
bantalnya juga tanah.

 

Pada saat kita mula membuka mata
di malam pertama kita di alam kubur, segala-galanya amat menyedihkan, tempik
raung memenuhi ruang yang sempit tapi apakan daya semuanya telah berakhir.
Itukah yang kita mahukan? Pastinya tidak bukan? Oleh itu beramallah dan
ingatlah sentiasa betapa kita semua akan menempuhi MALAM PERTAMA DI
ALAM KUBUR
!

 

Last Breath..

Di
dalam usahanya mempersiapkan diri menghadapi malam pertama tersebut,
adalah diceritakan bahawa Rabi’ bin Khutsaim menggali liang kubur di rumahnya.
Bila ia mendapati hatinya keras, maka ia masuk ke liang kubur tersebut. Ia
menganggap dirinya telah mati, lalu menyesal dan ingin kembali ke dunia, seraya
membaca ayat:

 

“Ya Rabbku, kembalikanlah aku
semula (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal soleh terhadap apa yang telah
kutinggalkan (dahulu).” (Surah Al-Mu’minun, ayat 99-100)

 

Kemudian ia menjawab sendiri;
“Kini engkau telah dikembalikan ke dunia wahai Rabi’..” Dan disebabkan hal
tersebut, Rabi’ bin Khutsaim didapati pada hari-hari sesudahnya sentiasa dalam
keadaan beribadah dan bertaqwa kepada Allah!

 

Wahai saudaraku, tidakkah engkau
menangis atas kematian dan sakaratul maut yang bakal menjemputmu? Wahai
saudaraku, tidakkah engkau menangis atas kuburan dan kengerian yang ada di
dalamnya? Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis kerana takut akan hausnya
di hari penyesalan? Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis kerana takut
kepada api Neraka di Hari Kiamat nanti?

 

Sesungguhnya kematian pasti menghancurkan kenikmatan para
penikmatnya. Oleh itu, carilah (kenikmatan) hidup yang tidak ada kematian di
dalamnya. “Ya Allah, tolonglah kami ketika sakaratul maut!”

 

To My Schatzi..

February 15th, 2008 by ariquelme23

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak… Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Sayank, Akhirnya..jika qt harus ikhlas melupakan semua yg pernah qt cita2kan..
itu adalah Pilihan s’kaligus Kesempatan,
* Pilihan u/ TIDAK menjadi anak yg Durhaka..
* Kesempatan u/ slalu NURUT k’inginan Or-Tu..
* Pilihan & Kesempatan tuk slalu HORMAT pada Or-Tu..

( Ternyata qt blum "merdeka" seutuh nya,feodalisme warisan Compeny masi ja menyelimuti otak para or-tu )

Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus

February 9th, 2008 by ariquelme23

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar
yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket
tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi
pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka
beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru
muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda
seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar
distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja
perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa
merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya,
terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen
Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara,
tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi
dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan
perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya.
Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung
muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius,
bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa
musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga
ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan
tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai
hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April
Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005),
sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang
paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup
pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14
Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak
memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke
dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi
dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari
memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh
kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan
pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang
dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang
merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa
kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah
telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan
melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan
mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah
itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota
Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa
pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh
kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing
tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang
sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa
Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana
pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14
Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love)
bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di
dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama
secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama
setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang
pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta
perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara
ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para
perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap
bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik
dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara
paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara
lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau
Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus
Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus
Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan
Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo
Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah
disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini
sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari.
Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa
Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa
sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak
pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita
yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan
Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan
Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa
Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi.
Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan
menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda
bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang
yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi
tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan
dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak
pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan
hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal
14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada
kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke
of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja
mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada
isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai
sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan
langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata
“Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan
arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata
ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan
Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang
lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal
itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan
yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi
“Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan
kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan
setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the
hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan
sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya
sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya
itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga
terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti
yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo
Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang
suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup
Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya
tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau
demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun
sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini
untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15
Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via
Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St.
Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan
dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin,
Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius
XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari
Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan
dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah
misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan
mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari
kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari
sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa
yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya
berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai
sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan
legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme
(penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati
siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada
tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati
secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin,
Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok
gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang,
bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha
yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel,
pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha
lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya,
meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat
spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka
mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut
oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan
agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri
Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa
seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun
dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika.
Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya
berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah
wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor
oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal
dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari
Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko
peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk
memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang
ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha
lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu
Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award
for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika,
produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card
Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar
kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar
kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New
Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga
memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85%
dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di
Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang
titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih
besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya
bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri
berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan
untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada
hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan
yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat
‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan)
ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke
guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah
sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan
sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja,
sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah
di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir
di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini
yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang
notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan
perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar
bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang
mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu
dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun
aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap
dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma
dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan
lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung
atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani
tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari
Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima
pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan
sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam
perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak
akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi
selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas
hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!”
dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada
kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah
memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan
perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai
dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu
perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah
menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang
umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi
dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim."

Wallahu’alam bishawab.(schatzi)

Negeri Para Pelawak

February 5th, 2008 by ariquelme23

Orang

Indonesia

itu ramah dan humoris. Itu komentar seorang teman

Australia

yang jadi penduduk ilegal di Denpasar,

Bali

.
Saking ramahnya, teman itu bisa bebas hidup bertahun-tahun di negeri ini tanpa
perlu ribut soal visa.

Dia juga bisa menyambung hidup. Bekerja serabutan, dan kawin dengan penduduk
setempat, beranak-pinak hingga lupa pulang kampung ke

Melbourne

sana

.

Dan kadang kalau ada yang usil mengungkit statusnya sebagai Warga Negara Asing
(WNA), maka sang teman yang tinggal di sebuah desa di Ubud itu hanya perlu
mengajak pengurus banjar itu berkelakar. Ha ha hi hi ujungnya, dan buntutnya
jadi pertemanan.

Bangsa ini memang ramah dan humoris. Kelakar dan humor segar bisa menghapus
segalanya, juga sampai soal usut-mengusut status warga negara.

Adakah hanya orang bule yang merasakan kita ini ramah dan humoris? Jawabnya
tentu saja tidak. Kita sendiri yang asli

Indonesia

juga tergelak-gelak,
terutama hari-hari ini, di saat Mbak Mega melontarkan kritik dan dijawab
kritik.

Tidak percaya? Kita mulai dulu dagelan ini dengan pidato Ketua Umum PDI
Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Saat di Palembang, putri proklamator ini
menyebut pemerintah kayak menari poco-poco. Maju selangkah mundur selangkah.

Mbak Mega mengucapkan kalimat itu dengan tangan Kritik itu dilontarkan dengan
tangan terkepal, suara lantang, serta mimik ekspresif.

Gaya

itu memang pas, sebagai personifikasi
‘partai oposisi’. Hanya, ketika yang dipilih sebagai padanan kritik itu ‘tari
poco-poco’, maka pidato yang menggebu-gebu ini jadi kehilangan roh. Mirip
preman yang bertampang garang tapi lengannya ditato ikan pindang.

Kritik itu makin lucu saja ketika kader ‘partai pemerintah’, Partai Demokrat
mengomentarinya dengan tak kalah slebor. Katanya, saat Megawati memerintah,
jalannya pemerintahan kayak undur-undur. Mundur terus, dan terus-terusan
mundur.

Undur-undur dan poco-poco bagi bangsa ini tak pantas dijadikan sarana kritik.
Soalnya poco-poco adalah hiburan sekaligus olahraga. Sedang undur-undur adalah
binatang unik dan lucu, kendati terakhir banyak yang memanfaatkannya sebagai
obat mujarab.

Dari sisi ini, harusnya dua pihak tak ‘kebakaran jenggot’, karena dua contoh
yang dipakai itu adalah positif. Kalau kemudian dampak yang diakibatkan
ternyata ambigu, ini yang membuat kita bertambah ngakak. Dikritik baik kok
marah.

Adakah hanya itu eksistensi kita sebagai warga negara yang humoris? Ternyata
ada lagi. Ini terkait dengan musibah tujuh Marinir yang tewas di tank amphibi
ketika latihan di laut Situbondo, Jawa Timur.

Dalam menyikapi tragedi itu, SBY dengan wajah serius memberi instruksi, agar
alat perang yang usang tidak dioperasionalkan. Instruksi ini membuat Kasal
‘kelabakan.’ Petinggi Angkatan Laut itu ‘membantah’ dengan menyatakan, alat
perang itu masih layak laut, karena sudah diremajakan.

Kenapa Kasal ‘membantah’? Kalau kita plesetkan, mungkin dalam benak Kasal tergambar,
kalau alat-alat perang berusia tua itu ditarik, maka Angkatan Laut tidak punya
apa-apa lagi. Sebab semua alat ‘canggih’ itu sudah out of date. Ketinggalan
jaman.

Jangan-jangan, jika instruksi SBY serius, maka untuk melakukan patroli di
lautan yang luas itu hanya berbekal perahu karet atau pakai alat manual,
berenang dengan modal tangan dan kaki doang.

Kita memang benar-benar humoris. Dan rakyat memang butuh humor dari para
petinggi negeri ini. Benarkah begitu? Ha ha ha !