DPR Berani nya Cuma SLANK (rakyat)..
Mau tau gak mafia di Senayan? Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin UUD ujung-ujungnya duit. Ini penggalan lagu kelompok musik rock, Slank, berjudul Gosip Jalanan. Lagu tersebut terdapat dalam album Plur yang dirilis pada 2004.
Itu
akan ditindaklanjuti lewat Bamus. Ini grup komersial, bukan LSM. Kalau
menjual memojokkan seseorang itu ada hukumnya. Seluruh bangsa di negara
ini, kehormatannya ada di gedung ini. Ini rumah rakyat," kata Wakil
Ketua Badan Kehomatan (BK) DPR Gayus Lumbuun menerangkan alasan rencana
gugatan tersebut. wah..kalau bener seluruh bangsa ini k’hormatan nya
ada d’gedung DPR tersebut, bs d’simpulin kalau k’hormatan kita udah
hancur.
sebener
nya gayus lumbun salah ngomong, menurut saya yang bener tu k’hormatan
yang ada d’gedung DPR tersebut bukan kehormatan seluru rakyat
indonesia, tapi k’hormatan partai dan k’hormatan pribadi para wakil
rakyat tersebut. d’gedung DPR itu kapan sich mereka2 bicara bwt wakilin
rakyat, yang ada bicara atas nama rakyat tapi bwt kepentingan partai.
kembali
k’masalah DPR berencana bwt nuntut balik SLANK, Rencana ini terungkap
usai pertemuan tertutup BK dengan Ketua DPR Agung Laksono, Senin (7/4).
Dalam pertemuan di ruang kerja ketua dewan, mereka juga membahas dugaan
aliran dana yang masuk ke DPR terkait masalah Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia (BLBI).
Manajer
Slank, Bunda Ifet, yang tak lain ibunda Bimbim (drumer), terkejut saat
dikonfirmasi. Dia balik mempertanyakan atas dasar apa DPR tersinggung
terhadap syair yang dinyanyikan Kaka, vokalis Slank.
"Lagu
yang dirilis pada 2004 itu sama sekali tidak menyebutkan kata-kata DPR.
Coba dibaca aja syair lagunya. Kita nggak nyebut-nyebut DPR kok," kata
Bunda Ipet ketika dihubungi seperti yang dia bilang d’koran KOMPAS.
"Namanya
juga gosip jalanan, boleh dong kita bilang apa aja. Tapi kita emang
nggak sebut DPR," tandas Bunda Ifet, yang di dalam kesehariannya
berpenampilan eksentrik.
Dia
juga mempertanyakan mengapa DPR baru sekarang merasa disudutkan. Dengan
alasan tersebut, Bunda Ifiet menanggapi santai niat anggota DPR
menuntut Slank. "Nggak apa-apa, karena kita nggak salah kok," ujarnya.
Pantas
atau pentingkah DPR menggugat? Bagi sebagian anggota Dewan mungkin saja
penting, tapi apakah itu penting buat rakyat yang diwakilinya? Penting
atau tidak, yang pasti rencana gugatan ini mendapat reaksi dari
masyarakat. Mungkin ada yang mendukung, mungkin ada juga mencemooh.
Yang mendukung mungkin karena kehormatannya ikut terusik, yang
mencemooh mungkin menganggap DPR kurang kerjaan.
Bukankah
DPR sekarang ini menjadi lembaga yang sangat super? Bisa membuat UU,
memutuskan Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, duta besar, hakim sampai
kepada anggota KPU. DPR bisa mengawasi pemerintah, tapi tak ada lembaga
formal yang mengawasi DPR. Lantas siapa yang mengawasi DPR? Seluruh
rakyat Indonesia mulai dari mahasiswa, LSM, tokoh agama, seniman,
semuanya yang peduli dengan para wakil rakyat ini.
Kalau
dicerna dengan pikiran positif, lirik yang dtulis SLANK itu mungkin
saja sebagai bagian dari pengawasan bagi anggota Dewan agar hati-hati
dalam membuat UU dan lebih aktif mengawasi pemberantasan korupsi yang
dilakukan pemerintah. Kalau DPR memang bukan tukang korupsi tentu tidak
akan gerah dengan lirik tersebut, anggap saja sebagai pemacu untuk
meningkatkan kinerja.
akhirnya..
"DPR beraninya cuma sama SLANK (rakyat), kalau berani gugat dong PT LAPINDO yang sudah bikin rakyat di Sidoarjo sengsara…"
berani gak ya..???